Monday, December 28, 2009

foto 1

Tuesday, December 22, 2009

Doa untuk Ibu Bapak / Orang Tua

Sesungguhnya jasa orang tua kita tidak terhitung banyaknya. Ibu kita mengandung selama 9 bulan kemudian melahirkan kita dengan resiko nyawa melayang. Ketika kita masih bayi tak berdaya, mereka beri kita minum dan makanan. Ketika kita buang air, tanpa jijik mereka membersihkan kita dengan penuh cinta. Kita diberi pakaian dan juga pendidikan.

Mereka sabar menghadapi kemarahan kita, rengekan, kenakalan, bahkan mungkin ketika kita masih kecil/balita pernah memukul mereka. Mereka tetap mencintai kita. Jadi jika kita merasa kesal dengan mereka, apalagi jika mereka begitu tua sehingga kelakuannya kembali seperti anak-anak, ingatlah kesabaran mereka dulu ketika menghadapi kita. Bagi yang sudah memiliki anak tentu paham tentang kerewelan anak-anak yang butuh kesabaran yang sangat dari orang tua.

Adakah kita mampu membalasnya? Bahkan seandainya orang tua kita tak berdaya sehingga untuk buang air kita yang membersihkannya, itu tidak akan sama. Orang tua membersihkan kita dengan penuh cinta dan harapan agar kita selamat dan panjang umur. Sementara si anak ketika melakukan hal yang sama mungkin akan merengut dan bertanya kapan “ujian” itu akan berakhir.

Begitulah. Seperti kata pepatah, “Kasih anak sepanjang badan, kasih ibu sepanjang jalan” Tidak bisa dibandingkan.

Oleh karena itu hendaknya kita berbakti pada orang tua kita. Minimal kita mendoakan mereka:

Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak yang mendoakannya. (HR. Muslim)

Jika kita tidak berdoa untuk orang tua kita, maka putuslah rezeki kita:

Apabila seorang meninggalkan do’a bagi kedua orang tuanya maka akan terputus rezekinya. (HR. Ad-Dailami)

Oleh karena itu sebagai anak yang berbakti hendaknya kita senantiasa berdoa untuk ibu bapak kita. Di antara doa-doa untuk orang tua yang tercantum dalam Al Qur’an adalah sebagai berikut:

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:

doa4.jpg

Robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [Al Israa’:24]

doa1.jpg

Robbanaghfir lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab

“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [Ibrahim:14]

doa5.jpg

Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu’minan wa lilmu’miniina wal mu’minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” [Nuh:28]

doa6.jpg

Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

Mudah-mudahan kita bisa mengambil manfaat dari ilmu yang kita dapat dengan mengamalkannya setiap hari. Amiin.

Tuesday, December 15, 2009

Total Chaos, Sang Punggawa Punk Invasi Bandung


BANDUNG - Lagi-lagi kota Kembang dijamah kehadiran band punk asal Amerika Serikat (AS). Kali ini yang menghentak Bandung adalah dedengkot punk rock Total Chaos yang datang dalam rangka tur keliling Asia

Formasi Rob Chaos (vokal), Shawn Smash (gitar dan vokal), DeDe Gearhardt (bas), dan Steve Gearbox (dram) membawa spirit punk di hadapan penggemarnya. Kendati kehadiran DeDe yang sedang hamil digantikan Ryan, tak membuat performance Total Chaos jadi "cacat".

Dibuka penampilan Injected, Mawar Berduri, Keparat, Tcukimay, dan Fightblank yang bermain sejak pukul 13.00 WIB membuat suasana sejuk Bandung menjadi panas dan bergelora. Ditambah lagi para punkers yang menyesak GOR Saparua Bandung, Jawa Barat, Minggu (13/12/2009) semakin membuat suasana menjadi "panas".

Band yang sudah merilis 10 album ini membawakan lagu-lagu andalan mereka seperti Punk No Die, Last Boys, Fuck the Systems, hingga Running in You. Tak ayal, para punkers tanpa dikomando langsung berpogo dan bermoshing ria di lapangan.

Selain itu, band yang sudah 20 tahun eksis di jalur punk ini membuat penonton yang asik menikmati mereka, banyak yang naik ke atas panggung. Tampaknya hal itu tidak membuat sang vokalis, Rob, merasa terganggu. Bahkan dia meladeni satu fans yang ingin berfoto dengannya di atas panggung. Kondisi ini pastinya sedikit menyusahkan panitia yang harus menghalau para fans tersebut.

Total Chaos sendiri hanya membawakan sekira 12 lagu dan tampil sangat "mengairahkan" bagi massanya. Maklum saja, ini kali pertama mereka bermain di Indonesia. "Indonesia, saya senang bisa bertemu dengan kalian semua. Tapi ingat, saya tidak ingin kalian semua rusuh," teriak Rob.

Sayangnya, penampilan mereka bisa dikatakan terbilang singkat. Karena mereka hanya bermain sekira 45 menit saja. Di sisi lain, ada kejutan yang disampaikan oleh sang dummer yakni Steve, ketika melihat para punkers yang tak memiliki tiket akhirnya menyerbu masuk dengan paksa. Suasana pun langsung riuh seketika karena penonton terpatri pemandangannya ke arah sana.

"Ayo semua yang tidak bisa masuk ke acara silahkan masuk. Kami tidak akan main kembali kalau mereka yang di luar tidak bisa masuk. Ayolah biarkan mereka (yang tidak memiliki tiket) menonton kami," kata Steve.

Hal ini pun langsung disambut tepukan tiuh dari semua yang menantikan Total Chaos. Setelah mereka diperkenankan masuk, Rob dan kawan-kawan langsung membawakan tembang pamungkas mereka yang juga merupakan hits mereka yakni Riot City.

Ade Hapsari Lestarini - Okezone

Tuesday, December 8, 2009

Sejarah Perang Bubat dan ke licikan Gajah Mada


Pernahkah kita berpikir kok di Bandung tidak ada jalan Majapahit, Hayam Wuruk atau Gajah Mada, padahal di Medan aja ada jalan Majapahit (tempat bika ambon Medan)....

Hal ini terjadi karena ada sejarahnya, yaitu perang bubat.
Berikut ceritanya, mudah2an menambah pengetahuan kita (diambil dari wikipedia).

Rencana pernikahan

Peristiwa Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan Hayam Wuruk terhadap putri tersebut karena beredarnya lukisan sang putri di Majapahit; yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, bernama Sungging Prabangkara.[rujukan?]

Namun catatan sejarah Pajajaran yang ditulis Saleh Danasasmita dan Naskah Perang Bubat yang ditulis Yoseph Iskandar menyebutkan bahwa niat pernikahan itu adalah untuk mempererat tali persaudaraan yang telah lama putus antara Majapahit dan Sunda. Raden Wijaya yang menjadi pendiri kerajaan Majapahit, dianggap keturunan Sunda dari Dyah Lembu Tal dan suaminya yaitu Rakeyan Jayadarma, raja kerajaan Sunda. Hal ini juga tercatat dalam Pustaka Rajyatajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 3. Dalam Babad Tanah Jawi, Raden Wijaya disebut pula dengan nama Jaka Susuruh dari Pajajaran. Meskipun demikian, catatan sejarah Pajajaran tersebut dianggap lemah kebenarannya, terutama karena nama Dyah Lembu Tal adalah nama laki-laki.

Hayam Wuruk memutuskan untuk memperistri Dyah Pitaloka. Atas restu dari keluarga kerajaan, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamarnya. Upacara pernikahan dilangsungkan di Majapahit. Pihak dewan kerajaan Negeri Sunda sendiri sebenarnya keberatan, terutama Mangkubuminya yaitu Hyang Bunisora Suradipati. Ini karena menurut adat yang berlaku di Nusantara pada saat itu, tidak lazim pihak pengantin perempuan datang kepada pihak pengantin lelaki. Selain itu ada dugaan bahwa hal tersebut adalah jebakan diplomatik Majapahit yang saat itu sedang melebarkan kekuasaannya, diantaranya dengan cara menguasai Kerajaan Dompu di Nusa Tenggara.

Linggabuana memutuskan untuk tetap berangkat ke Majapahit, karena rasa persaudaraan yang sudah ada dari garis leluhur dua negara tersebut. Berangkatlah Linggabuana bersama rombongan Sunda ke Majapahit, dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat.

Kesalah-pahaman

Melihat Raja Sunda datang ke Bubat beserta permaisuri dan putri Dyah Pitaloka dengan diiringi sedikit prajurit, maka timbul niat lain dari Mahapatih Gajah Mada yaitu untuk menguasai Kerajaan Sunda, sebab untuk memenuhi Sumpah Palapa yang dibuatnya tersebut, maka dari seluruh kerajaan di Nusantara yang sudah ditaklukkan hanya kerajaan sundalah yang belum dikuasai Majapahit. Dengan makksud tersebut dibuatlah alasan oleh Gajah Mada yang menganggap bahwa kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat sebagai bentuk penyerahan diri Kerajaan Sunda kepada Majapahit, sesuai dengan Sumpah Palapa yang pernah ia ucapkan pada masa sebelum Hayam Wuruk naik tahta. Ia mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Dyah Pitaloka bukan sebagai pengantin, tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan mengakui superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Hayam Wuruk sendiri menurut Kidung Sundayana disebutkan bimbang atas permasalah tersebut, karena Gajah Mada adalah Mahapatih yang diandalkan Majapahit pada saat itu.

Gugurnya rombongan Sunda

Kemudian terjadi insiden perselisihan antara utusan Linggabuana dengan Gajah Mada. Perselisihan ini diakhiri dengan dimaki-makinya Gajah Mada oleh utusan Negeri Sunda yang terkejut bahwa kedatangan mereka hanya untuk memberikan tanda takluk dan mengakui superioritas Majapahit, bukan karena undangan sebelumnya. Namun Gajah Mada tetap dalam posisi semula.

Belum lagi Hayam Wuruk memberikan putusannya, Gajah Mada sudah mengerahkan pasukannya (Bhayangkara) ke Pesanggrahan Bubat dan mengancam Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit. Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Linggabuana menolak tekanan itu. Terjadilah peperangan yang tidak seimbang antara Gajah Mada dengan pasukannya yang berjumlah besar, melawan Linggabuana dengan pasukan pengawal kerajaan (Balamati) yang berjumlah kecil serta para pejabat dan menteri kerajaan yang ikut dalam kunjungan itu. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Linggabuana, para menteri dan pejabat kerajaan Sunda, serta putri Dyah Pitaloka.

Hayam Wuruk menyesalkan tindakan ini dan mengirimkan utusan (darmadyaksa) dari Bali - yang saat itu berada di Majapahit untuk menyaksikan pernikahan antara Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka - untuk menyampaikan permohonan maaf kepada Mangkubumi Hyang Bunisora Suradipati yang menjadi pejabat sementara raja Negeri Sunda, serta menyampaikan bahwa semua peristiwa ini akan dimuat dalam Kidung Sunda atau Kidung Sundayana (di Bali dikenal sebagai Geguritan Sunda) agar diambil hikmahnya.

Akibat peristiwa Bubat ini, dikatakan dalam catatan tersebut bahwa hubungan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada menjadi renggang. Gajah Mada sendiri tetap menjabat Mahapatih sampai wafatnya (1364). Akibat peristiwa ini pula, di kalangan kerabat Negeri Sunda diberlakukan peraturan esti larangan ti kaluaran, yang isinya diantaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda, atau sebagian lagi mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak timur negeri Sunda (Majapahit).

Thursday, November 26, 2009

Memahami Makna Idul Adha


Ditulis oleh Yusuf Fatawie*

Bulan ini merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam. Pasalnya, di bulan ini kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima. Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial. Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama. Bersama-sama melakukan aktivitas yang sama pula yakni manasik haji.

Selain ibadah haji, pada bulan ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. Lantunan takbir diiringi tabuhan bedug menggema menambah semaraknya hari raya. Suara takbir bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah, Tuhan semesta alam.

Pada hari itu, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rekaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail.

Peristiwa ini memberikan kesan yang mendalam bagi kita. Betapa tidak. Nabi Ibrahim yang telah menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun ternyata diuji Tuhan untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Tuhan atau mempertahankan buah hati dengan konsekuensi tidak mengindahkan perintahNya. Sebuah pilihan yang cukup dilematis. Namun karena didasari ketakwaan yang kuat, perintah Tuhanpun dilaksanakan. Dan pada akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dengan digantikan seekor domba. Legenda mengharukan ini diabadikan dalam al Quran surat al Shaffat ayat 102-109.

Kisah tersebut merupakan potret puncak kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya. Nabi Ibrahim mencintai Allah melebihi segalanya, termasuk darah dagingnya sendiri. Kecintaan Nabi Ibrahim terhadap putra kesayangannya tidak menghalangi ketaatan kepada Tuhan. Model ketakwaan Nabi Ibrahim ini patut untuk kita teladani.

Dari berbagai media, kita bisa melihat betapa budaya korupsi masih merajalela. Demi menumpuk kekayaan rela menanggalkan ”baju” ketakwaan. Ambisi untuk meraih jabatan telah memaksa untuk rela menjebol ”benteng-benteng” agama. Dewasa ini, tata kehidupan telah banyak yang menyimpang dari nilai-nilai ketuhanan. Dengan semangat Idul Adha, mari kita teladani sosok Nabi Ibrahim. Berusaha memaksimalkan rasa patuh dan taat terhadap ajaran agama.

Di samping itu, ada pelajaran berharga lain yang bisa dipetik dari kisah tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa perintah menyembelih Nabi Ismail ini pada akhirnya digantikan seekor domba. Pesan tersirat dari adegan ini adalah ajaran Islam yang begitu menghargai betapa pentingnya nyawa manusia.

Hal ini senada dengan apa yang digaungkan Imam Syatibi dalam magnum opusnya al Muwafaqot. Menurut Syatibi, satu diantara nilai universal Islam (maqoshid al syari’ah) adalah agama menjaga hak hidup (hifdzu al nafs). Begitu pula dalam ranah fikih, agama mensyari’atkan qishosh, larangan pembunuhan dll. Hal ini mempertegas bahwa Islam benar-benar melindungi hak hidup manusia. (hlm.220 )

Nabi Ismail rela mengorbankan dirinya tak lain hanyalah demi mentaati perintahNya. Berbeda dengan para teroris dan pelaku bom bunuh diri. Apakah pengorbanan yang mereka lakukan benar-benar memenuhi perintah Tuhan demi kejayaan Islam atau justru sebaliknya?.

Para teroris dan pelaku bom bunuh diri jelas tidak sesuai dengan nilai universal Islam. Islam menjaga hak untuk hidup, sementara mereka—dengan aksi bom bunuh diri— justru mencelakakan dirinya sendiri. Di samping itu, mereka juga membunuh rakyat sipil tak bersalah, banyak korban tak berdosa berjatuhan. Lebih parah lagi, mereka bukan membuat Islam berwibawa di mata dunia, melainkan menjadikan Islam sebagai agama yang menakutkan, agama pedang dan sarang kekerasan. Akibat aksi nekat mereka ini justru menjadikan Islam laksana ”raksasa” kanibal yang haus darah manusia.

Imam Ghazali dalam Ihya ’Ulumuddin pernah menjelaskan tentang tata cara melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Menurutnya, tindakan dalam bentuk aksi pengrusakan, penghancuran tempat kemaksiatan adalah wewenang negara atau badan yang mendapatkan legalitas negara. Tindakan yang dilakukan Islam garis keras dalam hal ini jelas tidak prosedural. (vol.2 hlm.311)

Sudah semestinya dalam melakukan amar makruf nahi munkar tidak sampai menimbulkan kemunkaran yang lebih besar. Bukankah tindakan para teroris dan pelaku bom bunuh diri ini justru merugikan terhadap Islam itu sendiri ?. Merusak citra Islam yang semestinya mengajarkan kedamaian dan rahmatan lil ’alamin. Ajaran Islam yang bersifat humanis, memahami pluralitas dan menghargai kemajemukan semakin tak bermakna.

Semoga dengan peristiwa eksekusi mati Amrozi cs, mati pula radikalisme Islam, terkubur pula Islam yang berwajah seram. Pengorbanan Nabi Ismail yang begitu tulus menjalankan perintahNya jelas berbeda dengan pengorbanan para teroris.

Di hari Idul Adha, bagi umat Islam yang mampu dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban. Pada dasarnya, penyembelihan binatang kurban ini mengandung dua nilai yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Kesalehan ritual berarti dengan berkurban, kita telah melaksanakan perintah Tuhan yang bersifat transedental. Kurban dikatakan sebagai kesalehan sosial karena selain sebagai ritual keagamaan, kurban juga mempunyai dimensi kemanusiaan.

Bentuk solidaritas kemanusiaan ini termanifestasikan secara jelas dalam pembagian daging kurban. Perintah berkurban bagi yang mampu ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang respek terhadap fakir-miskin dan kaum dhu’afa lainnya. Dengan disyari’atkannya kurban, kaum muslimin dilatih untuk mempertebal rasa kemanusiaan, mengasah kepekaan terhadap masalah-masalah sosial, mengajarkan sikap saling menyayangi terhadap sesama.

Meski waktu pelaksanaan penyembelihan kurban dibatasi (10-13 Dzulhijjah), namun jangan dipahami bahwa Islam membatasi solidaritas kemanusiaan. Kita harus mampu menangkap makna esensial dari pesan yang disampaikan teks, bukan memahami teks secara literal. Oleh karenanya, semangat untuk terus ’berkurban’ senantiasa kita langgengkan pasca Idul Adha.

Saat ini kerap kita jumpai, banyak kaum muslimin yang hanya berlomba meningkatkan kualitas kesalehan ritual tanpa diimbangi dengan kesalehan sosial. Banyak umat Islam yang hanya rajin shalat, puasa bahkan mampu ibadah haji berkali-kali, namun tidak peduli dengan masyarakat sekitarnya. Sebuah fenomena yang menyedihkan. Mari kita jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk meningkatkan dua kesalehan sekaligus yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Selamat berhari raya !

Tuesday, November 24, 2009

Menjamu Persitara di Stadion Si Jalak Harupat Sore ini Suchao Diplot Jadi Striker

AHMAD YANI,(GM)-
Gelandang tim nasional Thailand, Suchao Nuchnum kemungkinan besar bakal ditempatkan sebagai striker, saat Persib Bandung menjamu Persitara Jakarta Utara, pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang,Kab. Bandung, Selasa (24/11) pukul 15.30 WIB. Pencetak gol pembuka Persib ke gawang Pelita Jaya Karawang ini bakal menjadi tandem Budi Sudarsono, satu-satunya striker Persib yang bisa dimainkan.

Persib dipastikan menghadapi krisis striker saat menjamu Persitara, lantaran Cristian Gonzales dan Hilton Moreira yang harus menjalani skorsing Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Sedangkan Airlangga kondisinya diragukan karena cedera hamstringnya kambuh lagi pada sesi latihan pagi di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Senin (23/11).

Pelatih Persib, Jaya Hartono memang menolak menjawab pertanyaan soal kemungkinan ditempatkannya Suchao sebagai striker. Namun dalam game internal yang dilakukan, Suchao yang pada awalnya diplot di gelandang serang, langsung didorong ke depan, sesaat setelah Airlangga mengalami cedera.

"Masalah strategi itu (Suchao jadi striker, red) tidak usah dibicarakan. Lagi pula saya masih akan memantau perkembangan cedera Airlangga hingga menjelang pertandingan," kata Jaya, usai sesi latihan pagi itu.

Selain tiga striker, Jaya juga kehilangan kapten tim Eka Ramdani. Seperti halnya Gonzales dan Hilton, gelandang tim nasional Indonesia ini pun harus menjalani skorsing Komdis PSSI. Namun dalam pertandingan kali ini Jaya bisa menurunkan Hariono dan Gilang Angga Kusumah, yang sudah menjalani hukuman skorsingnya saat lawan Pelita Jaya.

Formasi 3-5-2

Gara-gara krisis striker itu, Jaya terpaksa harus mengubah pakem permainannya musim ini dari 3-4-3 ke 3-5-2. Berdasarkan pengamatan "GM", para pemain yang bakal mengisi posisi di starting list adalah Sintaveechai "Kosin" Hathairattanakool (kiper), Maman Abdurahman, Nova Arianto, Cristian Rene (belakang), Gilang Angga, Irwan Wijasmara (bek sayap kanan-kiri), Hariono, Cucu Hidayat, Atep (gelandang) serta duet striker dadakan Budi Sudarsono dan Suchao.

"Meski tiga pemain utama kita absen, saya percaya dengan kemampuan pemain yang ada. Saya bisa maksimalkan mereka dan ini merupakan kesempatan bagi pemain yang selama ini jarang mendapatkan kesempatan," kata Jaya.

Bermain keras

Dari kubu Persitara, mereka bertekad mencuri poin di laga kali ini. Pasalnya dalam lima laga sebelumnya, Persitara selalu mengalami kekalahan. "Kita memang sedang rapuh. Anak-anak juga cukup tertekan dengan kekalahan yang selalu kami telan. Tetapi kami akan berjuang mencuri poin di sini," ujar asisten pelatih Persitara Jakarta Utara, Dodi Sahetapy, usai latihan sore di lapangan luar Stadion Si Jalak Harupat Kab. Bandung, Senin (23/11).

Untuk mencuri poin, Dodi pun bertekad akan membuat Persib frustrasi. Anak asuhnya telah diperintahkan bermain keras dan tidak memberi peluang permainan Persib berkembang. "Kami tidak ingin kemasukan lebih dulu. Dan pengalaman kita, Persib mudah frustrasi jika susah mencetak gol," tuturnya.

Pada laga kali ini, kecuali Ernest Brunhoso yang masih dirundung cedera, pemain lainnya siap berlaga. Sebagai pengganti Ernest, Dodi akan memainkan Sutikno. "Kualitasnya tidak jauh berbeda. Jadi tidak ada masalah," katanya. (B.82/B.98)**

Friday, November 6, 2009

Pesinetron Safa dan Marwah Dinodai


BOGOR,(GM)-
Artis pendatang baru di sinetron berjudul Safa dan Marwah, Yun (22), diduga diperkosa secara bergantian oleh dua kru film di lokasi syuting, di kawasan Puncak. Persisnya di parkiran Restoran Rindu Alam 1, Desa Tugu Utara, Kec. Cisarua, Kab. Bogor.

Selain digagahi, korban dianiaya hingga babak belur, telepon genggam miliknya juga dirampas kedua pelaku. Beberapa jam kemudian, seorang dari pelaku, Zuh (30), ditangkap warga. Namun sebelum diserahkan ke Mapolsek Cisarua, pelaku sempat menjadi bulan-bulanan massa.

Dari lokasi kejadian polisi juga menyita sebuah mobil Daihatsu Xenia warna silver B 7648 VJ untuk dijadikan barang bukti.

"Seorang pelaku yang identitasnya telah diketahui masih buron dan kini dalam pengejaran polisi," kata Kapolres Bogor, AKBP Tomex Korniawan didampingi Kapolsek Cisarua, AKP Hepi Hanapi.

Kapolres mengungkapkan, peristiwa nahas yang menimpa artis figuran asal Klapa Dua, Kec. Cimanggis, Kota Depok ini terjadi Senin (2/11) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, kedua pelaku Zuh dan Zal (28) bertemu di kawasan Cilandak Town Square, Jakarta Selatan.

Tanpa curiga, korban diantar ke daerah Karawang untuk keperluan dengan menggunakan mobil Daihatsu Xenia B 7648 VJ. Sepulangnya dari Karawang, kedua pria yang belakangan diketahui masih kakak beradik ini menuju kawasan Puncak untuk kegiatan syuting sinetron. "Mereka ke Puncak lewat jalan Tol Jagorawi," urai Tomex.

Namun korban oleh kedua pelaku malah dibawa ke lapangan parkir Restoran Rindu Alam 1 Puncak, Tugu Utara, Cisarua, Kab. Bogor. Di sana, pelaku menganiaya korban hingga babak belur dengan harapan korban tidak berteriak.

Dalam keadaan ketakutan dan wajah babak belur, pelaku pun secara bergiliran memerkosa korban di dalam mobil Daihatsu Xenia warna silver tersebut. Pelaku juga mengambil telepon seluler milik korban.

"Saat kedua pelaku lengah, korban berhasil kabur dari dalam mobil Xenia, kemudian meminta tolong kepada warga sekitar. Warga yang mendengar teriakannya langsung menolong korban dan menanyakan apa yang telah dialaminya," ujar Tomex.

Sementara kedua pelaku yang mengetahui hal tersebut, berusaha kabur. Salah seorang di antaranya, Zuh, ditangkap warga. Sementara Zal lolos dari kepungan massa. Warga sekitar yang mengetahui korban telah diperkosa, menganiaya pelaku hingga babak belur. Pelaku kemudian digelandang ke Mapolsek Cisarua.

"Saat ini kami tengah mengejar satu pelaku lainnya dan kami juga mengamankan mobil Xenia B 7648 VJ. Korban pun langsung membuat laporan atas peristiwa yang menimpa dirinya ke Mapolsek Cisarua dan melakukan visum et repertum di RS PMI, Jln. Pajajaran, Kel. Babakan, Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor," jelas Tomex. (B.65)**

Ilmu untuk Anak

Oleh: DRS. AHMAD ZAILANI

ALQURAN banyak mengulas sejarah tentang seorang ayah yang mendidik anaknya untuk mengenal kebaikan. Salah satunya Lukman, yang dimuliakan Allah SWT dengan pencantuman perkataannya dalam Alquran, ketika mendidik keturunannya. Yaitu Q.S. Luqman ayat 12-19.

Pada surat tersebut, Lukman mulai mengajari anaknya dengan penanaman kalimat tauhid, yang hakikatnya memurnikan ibadah hanya untuk Allah. Dilanjutkan dengan kewajiban berbakti dan taat kepada orangtua selama tidak menyalahi syariat.

Wasiat berikutnya berkaitan dengan penyemaian keyakinan tentang hari pembalasan dan penjelasan kewajiban menegakkan salat. Setelah itu amar makruf dan nahi mungkar yang berperan sebagai faktor penting untuk memperbaiki umat. Tak lupa beliau singgung, sikap sabar dalam pelaksanaannya.

Selain itu, beliau pun menaruh perhatian pada adab-adab keseharian yang tinggi. Di antaranya larangan memalingkan wajah ketika berkomunikasi dengan orang lain. Sebab ini berindikasi buruk, yaitu cerminan sikap takabur. Beliau juga melarang anaknya berjalan dengan congkak dan sewenang-wenang di muka bumi karena Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.

Beliau mengarahkan anaknya untuk berjalan dengan sedang, tidak terlalu lambat ataupun cepat. Sedangkan nasihat terakhir berkaitan erat dengan perintah untuk merendahkan suara, tidak berlebih-lebihan dalam berbicara.

Itulah wasiat Lukman terhadap anaknya, yang sarat dengan mutiara agung dan berfaedah bagi buah hatinya untuk meniti jalan kehidupan yang penuh duri. Hal itu agar mereka bisa sampai ke akhirat dengan selamat.

Kisah tadi bisa dijadikan teladan bagi para pemimpin keluarga. Memenuhi kebutuhan sandang dan pangan memang penting. Namun kebutuhan ilmu dan pengetahuan lebih urgen (mendesak).

Oleh karenanya, setiap orangtua wajib memenuhi kebutuhan rohani sang anak, jangan sampai gersang dari pancaran ilmu dien. Perkara ini jauh lebih penting dari sekadar pemenuhan kebutuhan jasmani, karena berhubungan erat dengan keselamatannya di dunia dan akhirat. Hal itu dapat terealisasi dengan pendidikan yang berkesinambungan di dalam maupun di luar rumah. Masalahnya, model pendidikan yang ada hanya menelurkan generasi-generasi yang materialistis, gila dunia. Karenanya setiap keluarga harus menengok dan menggali metode-metode pendidikan yang dipakai, menjadikan anak saleh ternyata terbukti membuahkan insan-insan yang cemerlang bagi umat ini.

Anak terlahir dalam keadaan fitrah. Kewajiban orangtua merawatnya agar tidak menyimpang dari jalan yang lurus dan selamat dari api neraka. Selain itu, anak yang saleh akan menjadi modal investasi bagi kedua orangtuanya.

Firman Allah pada Surat At-Tahrim ayat 6, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya dari manusia dan batu, penjaganya malaikat yang kasar, keras, lagi tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan".

Sayidina Ali r.a. dalam menafsirkan ayat ini, "Didik dan ajarilah mereka".

Adh-Dhahak dan Muqatil berujar, "Wajib atas seorang muslim untuk mendidik keluarganya seperti kerabat, budak perempuan, dan budak laki-lakinya tentang perintah dan larangan Allah". (Penulis, penghulu muda di KUA Batununggal Kota Bandung)**


Thursday, November 5, 2009

Unibi Terus Ukir Berbagai Prestasi


BANDUNG, (PR).-
Langkah Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (Unibi) Bandung untuk menjadi universitas terbaik di Indonesia semakin hari semakin terlihat.

"Sampai pertengahan tahun 2009, berbagai prestasi baik tingkat lokal maupun nasional terus kami bukukan. Berbagai juara ditorehkan oleh mahasiswa-mahasiswi Unibi yang masih duduk di semester-semester awal," kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unibi, Deni Johansyah, Selasa (28/7).

Dikatakannya, di bidang Information Technology (IT), tim Unibi yang diwakili Nursiti Holipah dan Yulianti Sartika mahasiswa semester dua jurusan teknik informatika mampu merebut juara 1 tingkat nasional untuk kategori "Java Database" dalam ajang "Java Programming Competition 2009" yang diselenggarakan Community of Java and Animation, Java User Group Indonesia, Sabtu (18/7) di Aula Barat ITB. Tim ini juga meraih penghargaan "Best Java Database".

Tim Unibi lainnya yang diwakili Bona dan Nabhila mahasiswa semester dua jurusan teknik informatika dalam kategori "Java Applet" berhasil menggondol juara kedua.

"Ajang kompetisi ini diikuti oleh tim-tim terbaik dari beberapa perguruan tinggi negeri ternama antara lain ITB, UGM, ITS, Undip, UI, Unpad, serta sejumlah perguruan tinggi swasta lainnya," kata Deni.

Sementara itu, dalam ajang "Java Competition" tingkat lokal yang diselenggarakan pada 27 Juni 2009, tim Unibi meraih dua gelar juara. Juara pertama dipersembahkan pada kategori "Java Animation", sedangkan pada kategori "Java Database" tim Unibi lainnya mempersembahkan juara dua.

Prestasi tim Unibi dalam bidang IT dibukukan juga oleh Muhammad Mursidi mahasiswa semester empat urusan teknik informatika berhasil menyabet juara I dalam ajang "Web Programming Website KPU" yang diselenggarakan oleh BEM Unpad bekerja sama dengan KPUD Kota Bandung.

Unibi juga menempatkan Asran Aga Shady, mahasiswa semester dua jurusan teknik komputer sebagai juara tiga kategori putra pada kontes Duta Bahasa Jawa Barat 19 Juli lalu. (A-120)***

Penulis:

Saturday, October 31, 2009

Mahasiswa Ajak Boikot Produk Israel



DIPONEGORO,(GM)-

Ratusan mahasiswa dari Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Jumat (30/10), menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Sate, Jln. Diponegoro Bandung. Mereka mengajak masyarakat untuk mengutuk keras kekejian Zionis-Israel yang terus menjajah Palestina. Para pengunjuk rasa pun mengajak masyarakat memboikot produk Israel.

"Kami juga mendesak pemerintah untuk memutuskan hubungan dengan Israel dan antek-anteknya, baik yang tersembunyi maupun terang-terangan. Karena yang dilakukan Israel sangat bertentangan dengan semangat UUD 1945, bahwa penjajahan di muka bumi ini harus dihapuskan," ungkap Komandan Lapangan FSLDK, Fajar Fatahilah.

Menurutnya, kerja sama antara Indonesia dengan Israel atau dengan antek-anteknya masih berlangsung hingga saat ini. Misalnya, masih banyak lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Indonesia yang dibiayai Israel.

"Kalau tidak salah Israel juga ikut membantu anggaran untuk penanggulangan gempa di Indonesia. Berdasarkan hal ini, kami mengharapkan pemerintah melakukan seleksi dalam membangun kerja sama dan menerima bantuan dari negara lain. Jangan sampai ada bantuan dari Israel," kata Fajar.

Ia mengatakan, keuntungan yang didapat Israel dari hasil kerja sama dengan sejumlah negara akan digunakan untuk menjajah bumi Palestina. Oleh karena itu, pihaknya mendesak para pemimpin dunia, termasuk Indonesia untuk mengusahakan perdamaian, khususnya di wilayah Timur Tengah.

"Kami sangat mengimbau kepada semua pihak baik individu ataupun lembaga yang mengakui dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan untuk terus menyalurkan dukungan material dan moril serta mendoakan agar bumi Palestina terbebas dari kebiadaban dan kekejian Zionis Israel. Kita mendesak pemimpin dunia untuk mendukung pembebasan Palestina," ujarnya.

Menurutnya, beberapa hari lalu pasukan Israel kembali mengepung dan menyerbu Masjid Al-Aqsa, tempat suci umat Islam. Mereka sudah membuat terowongan untuk menghacurkan Masjid Al-Aqsa.

"Arogansi Israel yang dilakukan kepada orang Palestina termasuk penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusian. Sebagai orang Indonesia yang menujunjung tinggi nilai kemanusian, diharapkan bisa memberi dukungan bagi rakyat Palestina, baik moral, materi, ataupun doa," kata Fajar.

Pemerintah kecam Israel

Sementara itu, pemerintah Indonesia mengecam serangan yang dilakukan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa di Jerusalem. Hingga saat ini Indonesia menyatakan dukungannya terhadap Palestina.

"Kita sudah sampaikan kecaman kita. Kita tidak akan toleran terhadap aksi kekerasan yang sudah menodai kesucian tempat ibadah," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu), Teuku Faizasyah di Kantor Deplu Jakarta, kemarin.

Faiz berharap kekerasan di tempat ibadah tidak terjadi dalam kondisi apa pun dan di masa mendatang. "Respons umat Islam termasuk Indonesia adalah hal yang wajar. Tentunya kita berharap ada perdamaian," imbuhnya.

Menurut Faiz, respons tersebut muncul karena adanya kedekatan emosional umat muslim dengan Masjid Al-Aqsa. Indonesia telah memberikan dukungan konkret terhadap Palestina, salah satu buktinya adalah dukungan pembangunan kapasitas Palestina. "Ekspresi seperti ini dapat dimaklumi," katanya.

Dikatakan, Indonesia memang tidak terlibat langsung dalam perundingan damai Palestina-Israel. Namun, Indonesia akan terus memberikan dukungan dan solidaritasnya kepada Palestina.

Faiz berharap negara seperti Mesir terus mengupayakan perdamaian terwujud di Timur Tengah. "Kita selalu mendorong upaya untuk perdamaian. Kita terus aktif dalam isu-isu Palestina," tegasnya. (B.96/dtc)**

Friday, October 30, 2009

Ngaku Sunda, Tak Bisa Berbahasa Sunda


BANDUNG, KOMPAS.com - Orang Sunda dikhawatirkan melupakan penggunaan bahasanya sendiri seiring dengan adanya kecenderungan generasi muda dari suku tersebut lebih suka menggunakan bahasa nasional yang dipadukan dengan bahasa Betawi.

Kekhawatiran tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Jawa Barat, H Sugianto, seusai memberikan sambutan pada Saba (Safari) Sastra Panglawungan Pangarang Sastra (PP-SS) 2009, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung.

"Kondisi ini sangat kelihatan sekali di daerah perkotaan, dimana para remaja kalau berbicara dengan sesamanya menggunakan Bahasa Indonesia, yang dicampur dengan bahasa daerah Betawi," kata Sugianto.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Golkar ini, kekhawatiran tersebut bisa hilang bila semua potensi yang ada memiliki niat serta keinginan yang kuat untuk melestarikannya.

Masalah bahasa, adalah masalah budaya. Karena itu sangat efektif bila dalam upaya melestarikan bahasa Sunda ditempuh melalui pendidikan dengan memaksimalkan kurikulum bahasa Sunda.

Selain kurikulum yang ada belum maksimal mengakomodasikan upaya pelestarian bahasa Sunda, juga tidak semua jenjang pendidikan memasukkan bahasa Sunda dalam kurikulumnya.

"Bahkan, lebih efektif kalau bahasa Sunda ini dijadikan mata pelajaran ekstra kurikuler, seperti halnya Pramuka atau ekstra PMR, dan ekstra kurikuler lainnya," kata Sugianto.

Selain melalui pendidikan, upaya pelestarian dan penggunaan bahasa Sunda, juga perlu mendapat dukungan pihak lainnya, misalnya dalam beberapa kegiatan di masyarakat dan pemerintahan, para pemukanya berbicara menggunakan bahasa Sunda.

"Seperti di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung, bupati telah menganjurkan kepada seluruh pejabat, hingga stafnya, menggunakan bahasa Sunda, setiap hari Jumat, sekali pun dalam rapat resmi," kata Sugianto.

Pelestarian bahasa Sunda, bisa juga dilakukan di dalam lingkungan yang lebih kecil lagi, yakni di lingkungan keluarga, dengan cara melakukan komunikasi antarsesama anggota keluarga menggunakan bahasa Sunda.

Thursday, October 29, 2009

SEJARAH SUMPAH PEMUDA

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 1928.

Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :

Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :

  1. Abdul Muthalib Sangadji
  2. Purnama Wulan
  3. Abdul Rachman
  4. Raden Soeharto
  5. Abu Hanifah
  6. Raden Soekamso
  7. Adnan Kapau Gani
  8. Ramelan
  9. Amir (Dienaren van Indie)
  10. Saerun (Keng Po)
  11. Anta Permana
  12. Sahardjo
  13. Anwari
  14. Sarbini
  15. Arnold Manonutu
  16. Sarmidi Mangunsarkoro
  17. Assaat
  18. Sartono
  19. Bahder Djohan
  20. S.M. Kartosoewirjo
  21. Dali
  22. Setiawan
  23. Darsa
  24. Sigit (Indonesische Studieclub)
  25. Dien Pantouw
  26. Siti Sundari
  27. Djuanda
  28. Sjahpuddin Latif
  29. Dr.Pijper
  30. Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
  31. Emma Puradiredja
  32. Soejono Djoenoed Poeponegoro
  33. Halim
  34. R.M. Djoko Marsaid
  35. Hamami
  36. Soekamto
  37. Jo Tumbuhan
  38. Soekmono
  39. Joesoepadi
  40. Soekowati (Volksraad)
  41. Jos Masdani
  42. Soemanang
  43. Kadir
  44. Soemarto
  45. Karto Menggolo
  46. Soenario (PAPI & INPO)
  47. Kasman Singodimedjo
  48. Soerjadi
  49. Koentjoro Poerbopranoto
  50. Soewadji Prawirohardjo
  51. Martakusuma
  52. Soewirjo
  53. Masmoen Rasid
  54. Soeworo
  55. Mohammad Ali Hanafiah
  56. Suhara
  57. Mohammad Nazif
  58. Sujono (Volksraad)
  59. Mohammad Roem
  60. Sulaeman
  61. Mohammad Tabrani
  62. Suwarni
  63. Mohammad Tamzil
  64. Tjahija
  65. Muhidin (Pasundan)
  66. Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
  67. Mukarno
  68. Wilopo
  69. Muwardi
  70. Wage Rudolf Soepratman
  71. Nona Tumbel

Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.

  1. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
    di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
    Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
    Kong Liong.
  2. 2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
    Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
    yaitu :
    a. Kwee Thiam Hong
    b. Oey Kay Siang
    c. John Lauw Tjoan Hok
    d. Tjio Djien kwie

Monday, October 26, 2009

Mama Lauren Harus Pindah Agama Ramalan nya Meleset

Bandung - Pesan Mama Laurenz yang beredar melalui SMS ataupun Blackberry Messenger (BBM), buat warga Bandung menjadi paranoid. Pesan apakah itu?

Dalam pesan singkat yang diterima detikbandung, Sabtu (24/10/2009) pagi ini, Mama Laurenz meramalkan hari ini di Bandung akan terjadi hal yang menyedihkan. Tak main-main, dalam pesan tersebut juga dikatakan Mama Laurenz akan berpindah agama jika ramalannya meleset.

Inilah pesan Mama Laurenz.
'Doa spakat utk kota Bdg! Paranormal mama Lorentz meramalkan bhw kota Bdg pd hr sabtu bsk akan mengalami hal yg menyedihkan. Dia bhkan berani úpindah agama kl tdk trjadi sesuatu. Ayooo rapatkan barisan dan bentengi kota kita trcinta dgn doa syafaat kepada Allah yg hidup! Gbu.. '

Walaupun pesan yang telah beredar luas ini tidak jelas siapa pengirimnya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, tapi pesan tersebut berhasil membuat beberapa warga Bandung khawatir. Ditambah beberapa jam lalu terjadi gempa 5,1 skala richter di Sukabumi dan saat ini hujan lebat tengah mengguyur Kota Bandung.

Tria (24) kepada detikbandung mengaku khawatir dan enggan untuk keluar rumahnya hari ini.

"Rada serem juga mendengar cerita itu. Apalagi sekarang di sini hujan disertai petir. Mendingan saya di rumah saja hari ini. Berdoa semoga tidak terjadi apa-apa hari ini," kata lajang yang berprofesi sebagai marketing and promotion sebuah lembaga pendidikan ini.

Berbeda dengan Tria, Fiena Fauzia, PR The Djayakarta Hotel mengaku tidak percaya dengan isi pesan tersebut. Meski demikian, dirinya justru menyebarkan pesan tersebut ke 60 orang temannya yang ada dalam list BBMnya.

"Saya sih tidak percaya dengan yang begituan. Musyrik. Saya pasrah dan ikhlas saja. Tapi pesan itu sudah tersebar luas. Saya saja memforward pesan itu ke 60 teman saya," ungkapnya.

Sampai saat ini belum ada laporan mengenai bencana ataupun kecelakaan yang terjadi di Kota Bandung. Hari ini selain ada pesta ulang tahun Kota Bandung yang dikemas dalam acara Bandung Blossom, ada juga acara wisuda ITB.

Thursday, October 22, 2009

Mimpi Malam Jum'at

Orang Jawa dengan menggunakan bahasa sunda tetapi logatnya memakai bahasa Jawa bercerita kepada Orang Sunda tentang mimpinya di malam Jum'at.

Orang Jawa : "Mas abdi wengi ngimpen

Orang Sunda : "ngimpen naon mas?"

Orang Jawa : "Ngimpen bobo jeung nu geulis."

Orang Sunda : "Kumaha dina jero impenannana?"

Orang Jawa : "Pokona endah pisan ngan pas abdi gugah nu geulis teh hento aya, pan abdi teh kesel ah abdi teh bobo deui we."

Orang Jawa : "Eh ngimpen deui."

Orang Sunda : "Bari kerung, ngimpen naon deui mas?"

Orang Jawa : "Ngimpen gaduh acis seueur pisan. Pas abdi gugah dicabakan dina pesak calana, acisna hento aya ah abdi teh kesel bobo deui we."

Orang Jawa : "Eh abdi ngimpen deui"

Orang Sunda : "Ngimpen naon deui mas?"

Orang Jawa : "Ngimpen ee"

Orang Sunda : "Kumaha tah?"

Orang Jawa : "Pas abdi gugah, dicabak teh aya ee teh. Hahahahahahaha...."

Friday, October 16, 2009

Jalur Angkot (Angkutan Kota) di bandung

Di Bandung tersedia ribuan angkot yang terbagi dalam lebih dari 60 trayek.

ABD. MUIS - CICAHEUM VIA BINONG (01, HIJAU STRIP MERAH TUA)
Pungkur - Telaga Bodas - Palasari Turangga - Gatot Subroto (Gatsu) - Kiara Condong - Supratman - Katamso - Cikutra - Hasan Mustapa
CICAHEUM - ABD. MUIS
Hasan Mustapa - Jakarta - Kiara Condong - Turangga - Palasari - Buah Batu - M. Ramdan - Moh. Toha
ABD. MUIS - CICAHEUM VIA ACEH
Karapitan - Sunda - Aceh - Katamso - Pahlawan - Hasan Mustopa
CICAHEUM - ABD. MUIS VIA ACEH
Hasan Mustopa - Katamso - Aceh - Sulawesi - Tamblong - Lengkong Besar - Ciateul
ABD. MUIS - DAGO
Pungkur - Karapitan - Sunda - Banda - Re. Martadinata - Ir. H. Juanda
DAGO - ABD. MUIS
Ir. H. Juanda - Aceh - Sumatra - Tamblong - Lengkong - Ciateul
ABD. MUIS - LEDENG
Pungkur - Karapitan - Sunda - Banda - Re. Martadinata - Wastukencana - Cipaganti - Setia Budi
LEDENG - ABD. MUIS
Setia Budi - Cihampelas - Wastukencana - Aceh - Sumatra - Lengkong - Ciateul
ELANG - ABD. MUIS
Suryani - Pagarsih - Otista - Ciateul
ABD. MUIS - ELANG
Otista - Astana Anyar - Pagarsih - Suryani - Holis - Bojong - Cijerah
CICAHEUM - LEDENG
Hasan Mustopa - Katamso - Supratman - Diponegoro - Sulanjana - Taman Sari - Siliwangi - Setia Budi
LEDENG - CICAHEUM
Setia Budi - Siliwangi - Taman Sari - Sulanjana - Diponegoro - Supratman - Katamso - Hasan Mustopa
CICAHEUM - CIROYOM
Hasan Mustopa - Surapati - Dipati Ukur - Siliwangi - Cihampelas - Eyjkman - Pasir Kaliki - Padjajaran - Arjuna
CIROYOM - CICAHEUM
Aruna - Padjajaran - Pasir Kaliki - Cipaganti - Siliwangi - Dipati Ukur - Surapati - Hasan Mustopa
CICAHEUM - CIWASTRA
Hasan Mustopa - Surapati - Supratman - Jakarta - Kiara Condong - Marga Cinta
CIWASTRA - CICAHEUM
Marga Cinta - Buah Batu - Kiara Condong - Jakarta - Supratman - Surapati - Hasan Mustopa
CICAHEUM - CIBADUYUT
Hasan Mustopa - Katamso - Supratman - Jakarta - Kiara Condong - Sukarno Hatta - Cibaduyut
CIBADUYUT - CICAHEUM
Sukarno Hatta - Kiara Condong - Jakarta - Supratman - Katamso - Hasan Mustopa
ST. HALL - DAGO
Perintis Kemerdekaan - Seram - Re. Martadinata - Ir. H. Juanda
DAGO - ST. HALL
Ir. H. Juanda - Merdeka (Bip) - Suniaraja - Stasion
ST. HALL - SD. SERANG
Lembong - Lombok - Supratman - Katamso - Cikutra
SD. SERANG - ST. HALL
Cikutra - Katamso - Supratman - Merdeka - Suniaraja
ST. HALL - CIUMBULEUIT VIA EYCKMAN
Kebun Jukut - Cicendo -Cipaganti - Ciumbuleuit
CIUMBULEUIT - ST. HALL
Ciumbuleuit - Cihampelas - Eyckman - Sukajadi - Pasir Kaliki
ST. HALL - CIUMBULEUIT VIA CIHAMPELAS
Kebun Jukut - Cicendo -Cipaganti - Ciumbuleuit
CIUMBULEUIT - ST. HALL
Ciumbuleuit - Cihampelas - Cicendo - Kebun Kawung
ST. HALL - GEDE BAGE
Otista - Abc - Naripan - A. Yani - Palasari - Talaga Bodas - Buah Batu - Sukarno Hatta
GEDE BAGE - ST. HALL
Sukarno Hatta - Buah Batu - Talaga Bodas - Palasari - A. Yani - Sumbawa - Aceh - Merdeka - Suniaraja
ST. HALL - SARIJADI
Kebun Kawung - Junjunan - Suryasumantri - Ters. Sutami
SARIJADI - ST .HALL
Ters. Sutami - Suryasumantri - Junjunan - Kebun Kawung
ST. HALL - GUNUNG BATU
Gn. Batu - Junjunan - Pasteur - Cicendo - Kebun Kawung
GUNUNG BATU - ST. HALL
Kebun Kawung - Cicendo - Pasteur - Junjunan - Gn. Batu
LEDENG - MARGAHAYU
Sukajadi - Eyjkman - Cihampelas - Wastukencana - Re. Martadinata - Jakarta - Kiara Condong - Margahayu
MARGAHAYU - LEDENG
Kiara Condong - Jakarta - Re. Martadinata - Wastukencana - Cipaganti - Setia Budi
DAGO - RIUNG BANDUNG
Dipati Ukur - Diponegoro - Sukabumi - Kiara Condong - Sukarno Hatta
RIUNG BANDUNG - DAGO
Sukarno Hatta - Kiara Condong - Sukabumi - Patrakomala - Banda - Dipati Ukur
DAGO - PASAR CARINGIN
Cigadung - Cikutra - Surapati - Cikapayang - Padjajaran - Ciroyom - Psr. Koja - Sukarno Hatta
PASAR CARINGIN - DAGO
Sukarno Hatta - Psr. Koja - Ciroyom - Kebun Jati - Padjajaran - Wastukencana - Taman Sari - Surapati - Cigadung
PANHEGAR - DIPATI UKUR
Cisaranten - A. Yani - Re. Martadinata - Tamansari - Ganesha - Unpad
DIPATI UKUR - PANHEGAR
Unpad - Taman Sari - Re. Martadinata - Aceh - Sumatra - Naripan - A. Yani - Cisaranten
CIROYOM - SARIJADI
Aruna - Pasir Kaliki - Sukajadi - Sutami - Cipedes - Gegerkalong
SARIJADI - CIROYOM
Gegerkalong - Sutami - Sukajadi -Sedrhana - Abd. Saleh
CIROYOM - BUMI ASRI
Holis - Bojong - Cijerah - Gempolsari- Dirgantara
BUMI ASRI - CIROYOM
Dirgantara - Gempol Sari - Cijerah - Bojong - Holis - Sudirman - Rajawali - Kebun Jati - Pasir Kaliki - Abd. Saleh
CIROYOM - CIKUDAPATEUH
Rajawali - Kebun Jati - Astana Anyar - Bkr - M. Ramdan - Palasari - Laswi - A. Yani
CIKUDAPATEUH - CIROYOM
A. Yani - Palasari - M. Ramdan - Bkr - Kopo - Astana Anyar - Sudirman - Elang - Rajawali
SEDERHANA - BUAH BATU
Jurang - Pasteur - Cihampelas - Cicendo - Lembong - Lengkong - Cikawao
BUAH BATU - SEDERHANA
Karapitan - Lengkong - Abd. Muis - Dewi Sartika - Cicendo - Dr. Otten - Sukajadi
SEDERHANA - CIJERAH
Sukajadi - Abd. Saleh - Garuda - Sudirman - Cijerah
CIJERAH - SEDERHANA
Cijerah - Elang Abd. Saleh - Sukajadi -Sederhana
SEDERHANA - CIMINDI
Sukajadi - Sukagalih - Junjunan - Mustang - Gn. Batu
CIMINDI - SEDERHANA
Gn. Batu - Mustang - Junjunan - Sukagalih - Sukajadi
TEGAL LEGA - CISITU
Astana Anyar - Gardu Jati - Kebun Jati - Cicendo -Wastukencana - Taman Sari - Cisitu
CISITU - TEGAL LEGA
Cisitu - Siliwangi - Cihampelas - Cicendo - Psr. Baru - Kalipahapo - Otista
CIWASTRA - CIJERAH
Marga Cinta - Buah Batu - Bkr - Leuwi Panjang - Kopo - Cibolerang - Cigondewah - Cijerah
CIJERAH - CIWASTRA
Cijerah - Cigondewah - Cibolerang - Kopo - Bkr - Buah Batu - Marga Cinta
CICADAS - ELANG
Kiara Condong -Gatot Subroto - Lengkong - Abd. Muis - Dewi Sartika - Kebun Kawung - Abd. Saleh
ELANG - CICADAS
Rajawali - Kebun Jati - Otista - Dalem Kaum - Cikawao - Gatot Subroto - Kiara Condong - Jakarta
CIROYOM - ANTAPANI
Abd. Saleh - Padjajaran - Aceh - Laswi - Sukabumi - Jakarta - Purwakarta
ANTAPANI - CIROYOM
Purwakarta - Jakarta - Sukabumi - Laswi - Aceh - Padjajaran - Abd. Saleh
CICADAS - CIBIRU
Kiara Condong - Sukarno Hatta - Cibiru
CIBIRU - CICADAS
Sukarno Hatta -Kiara Condong - Jakarta - A. Yani
SADANG SERANG - GEDE BAGE
Tubagus Ismail - Ir. H. Juanda - Surapati - Hasan Mustopa - Ujung Berung - Rumah Sakit - Gede Bage
GEDE BAGE - SADANG SERANG
Rumah Sakit - Ujung Berung - Cikutra - Pahlawan - Surapati - Ir. H. Juanda - Tubagus Ismail
SADANG SERANG - CARINGIN
Tubagus Ismail - Taman Sari - Padjajaran - Kebun? Kawung - Abd. Saleh - Garuda - Cijerah - Bojong - Caringin
CARINGIN - SADANG SERANG
Caringin - Bojong - Cijerah - Elang - Abd. Saleh - Radjiman - Taman Sari - Ganesha - Ir. H. Juanda - Tubagus Ismail
CIBADUYUT - KARANGSETRA
Leuwi Panjang - Kopo - Astana Anyar - Pasir Kaliki - Sukajadi - Dr. Sutami
KARANGSETRA - CIBADUYUT
Dr. Sutami - Sederhana - Pasir Kaliki - Astana Anyar - Kopo - Leuwi Panjang -Cibaduyut

Ujian Keimanan

DRS. H. IMRON ROSADI,(GM)-
ADA baiknya merenungkan firman Allah dalam Surat Al-Ankabut ayat 2 dan 3 yang artinya, "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."

Ayat ini menjelaskan bahwa salah satu konsekuensi pernyataan iman adalah harus siap menghadapi ujian yang diberikan Allah kepada umat, untuk membuktikan sejauh mana kebenaran dan kesungguhan dalam menyatakan iman.

Bila sudah menyatakan iman dan mengharapkan manisnya buah iman yang dimiliki yaitu surga sebagaimana yang dijanjikan Allah: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal." (Q.S. Al-Kahfi 107).

Karena itu, ada baiknya untuk bersiap-siap menghadapi ujian berat yang diberikan Allah dan bersabarlah kalau ujian itu datang. "Apakah kalian mengira akan masuk surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan dengan bermacam-macam cobaan. Sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersama-nya: Bilakah datangnya pertolongan Allah? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (Q.S. Al-Baqarah 214).

Ujian yang diberikan Allah kepada manusia berbeda-beda dan bermacam-macam bentuknya. Setidaknya ada empat macam ujian yang telah dialami para pendahulu.

Pertama, ujian yang berbentuk perintah untuk dilaksanakan, seperti perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya yang sangat ia cintai.

Kedua, ujian yang berbentuk larangan untuk ditinggalkan seperti yang terjadi pada Nabi Yusuf yang diuji dengan seorang perempuan cantik, istri seorang pembesar di Mesir yang mengajaknya berzina.

Ketiga, ujian yang berbentuk musibah seperti terkena penyakit, ditinggalkan orang yang dicintai dan sebagainya. Sebagai contoh, Nabi Ayyub yang diuji Allah dengan penyakit yang sangat buruk.

Keempat, ujian lewat tangan orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak menyenangi Islam. Apa yang dialami Nabi Muhammad dan para sahabatnya saat masih berada di Mekah kiranya cukup menjadi pelajaran, betapa keimanan diuji dengan berbagai cobaan berat yang menuntut pengorbanan harta benda bahkan nyawa. (Penulis, Kepala Seksi Urusan Agama Islam Kantor Depag Kab. Bandung)**

Tuesday, October 13, 2009

KSM (kelompok swadaya masyarakat) SABELAS

kami adalah KSM (kelompok swadaya masyarakat) yang terbentuk akibat adanya PNPM-MP(program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perkotaan). kami adalah KSM yang bergerak di bidang fisik lingkungan. kami terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara.


ini adalah proses serah terima dana 30% proyek pertama kami. proyek pertama kami adalah pembangunan sumur bor. dan kami adalah ksm pertama di kelurahan kebon pisang yang mendapat dana pnpm-mp. dan ksm kami menjadi percontohan bagi ksm lainnya.

Monday, October 12, 2009

TUHAN TELAH MATI


Economic crisis yang belum kunjung mereda.lebih parah lagi masyarakat indonesia terjangkit Human Crisis.nilai-nilai agama semakin mampus.krisis agama mencuat yang berimplikasi pada de-humanisasi.

korupsi sudah men-tajassud pada setiap instansi sampai akar rumput terjangkit.lebih parah yang notabene mengatasnamakan agama,memakai dalil-dalil agama untuk meligitimasi perbuatan syetan itu..

masyarakat jauh melupakan Alloh swt.pemerintahan memakai sistem buatan akal manusia yang fana,sekarang disanjung besok dicaci maki.

"tuhan telah mati"suatu ungkafan filosofis yang cocok untuk keadaan sekarang.bahakan akan terus abidi jika tidak ada gerakan.

Aktivis dakwah sebagai stakeholder perubahan menuju masyarakat madani masih berjalan ditempat.

Ironisnya,hamil al Dakwah ini masih bercuap-cuaptentang shalat,fadzoilul amal,jilbab dan koko days.belum menuju 'udkhulu fissilmi kaffah"

Sehingga Dakwah bukan menuju masyarakat madani tapi merupakan SKULERISASI.

Kitab-kitab fikh hanya menjadi hiasan lemeri di ruang baca atau di perpus.hukum tantang Qishosh,Diyat,Bughat,potong tangan,dan haddul zina WUJUDUHU KA ADAMIHI .

Sumber : http://forum.upi.edu/v3/index.php?topic=864.0

Tuesday, October 6, 2009

Tanda-Tanda Akhir Zaman Menurut Berbagai Agama Dan Mitologi !


Inilah tanda-tanda kiamat yang dipercaya berbagai agama yang ada di dunia. Kiamat biasanya merujuk kepada tulisan eskatologis dalam ketiga agama Abrahamik: Yudaisme, Kristen, dan Islam. Akhir zaman seringkali digambarkan sebagai suatu masa yang diwarnai oleh kesusahan yang mendahului kedatangan kembali dari Mesias yang telah diramalkan.

Mesias adalah tokoh yang akan mengantarkan datangnya Kerajaan Allah dan mengakhiri penderitaan dan kejahatan. Namun demikian, gambaran-gambaran terinci tentang kejadian ini tergantung pada keyakinan masing-masing yang dipelajari. Sejumlah agama dan tradisi memiliki keyakinan-keyakinan tentang Akhir zaman, yang menghasilkan beraneka sistem keyakinan, tradisi, dan perilaku.

1. Yudaisme

Akhir Zaman dalam eskatologi Yahudi meliputi sejumlah tema yang saling terkait:
  • Mesianisme Yahudi.
    • Pengumpulan kembali orang-orang yang hidup di pembuangan.
    • Pembangunan kembali Bait Suci
    • Kurban binatang atau Korba.
  • Dunia yang Akan Datang (Olam ha-Ba).


  • sebuah istilah yang ambigu yang mungkin merujuk kepada kehidupan setelah kematian, dunia mesianik, atau kehidupan setelah kebangkitan.
2. Talmud


Menurut tradisi Yahudi, mereka yang hidup pada akhir zaman akan menyaksikan:
  • Dikumpulkannya orang-orang Yahudi di pembuangan ke Israel yang ada secara geografis,
  • Dikalahkannya semua musuh Israel,
  • Pembangunan (atau penempatan oleh Allah) kenisah di Yerusalem dan dipulihkannya kembali persembahan kurban dan ibadah di Kenisah,
  • Kebangkitan orang mati (techiat hameitim), atau Kebangkitan,
  • Pada suatu saat, Mesias Yahudi akan menjadi Raja Israel. Ia akan memisah-misahkan orang-orang Yahudi di Israel menurut bagian-bagian wilayah sukunya yang asli di negeriIsrael. Pada masa ini, Gog, raja Magog, akan menyerang Israel. Siapa Gog dan negara Magog itu tidak diketahui. Magog akan bertempur dalam suatu pertempuran hebat, yangmengakibatkan jauh korban yang besar di kedua belah pihak, tetapi Allah akan ikut campur dan menyelamatkan orang-orang Yahudi. Ini adalah pertempuran yang dirujuk sebagai Harmagedon. Setelah memusnahkan musuh-musuh terakhir ini untuk selama-lamanya, Allah akan mengenyahkan semua kejahatan dari keberadaan manusia. Setelah tahun 6000 (dalam kalender Yahudi), milenium ketujuh adalah masa kesucian, ketenangan, kehidupan rohani, dan perdamaian di seluruh dunia, yang disebut sebagaiOlam Haba ("Dunia Masa Depan"), di mana semua orang akan mengenal Allah secara langsung."
3. Kekristenan

Menurut Perjanjian Baru :
Dalam Perjanjian Baru, Yesus merujuk kepadanya sebagai "Penderitaan Besar", "Penyiksaan", dan "hari-hari pembalasan."
Matius 24:15-22: "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel - para pembaca hendaklah memperhatikannya - maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya, dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yangselamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.
Markus 13:14-20: "Apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat yang tidak sepatutnya - para pembaca hendaklah memperhatikannya - maka orang-orangyang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun dan masuk untuk mengambil sesuatu dari rumahnya, dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. Berdoalah, supaya semuanya itu jangan terjadi pada musim dingin. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, yang diciptakan Allah, sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yanghidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yangtelah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.
Lukas 21:20-33: "Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yangberada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yangmenyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akandiinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu." "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan danbintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akangoncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."

4. Ajaran Katolik

Sementara sebagian yang percaya akan penafsiran harafiah terhadap Alkitab menegaskan bahwa ramalan tentang tanggal-tanggal atau waktu itu sia-sia, dan sebagian penulis lainnya percaya bahwa Yesus meramalkan tanda-tanda yangakan menunjukkan bahwa "akhir zaman" sudah dekat. Sebagian dari tanda-tanda ini adalah gempa bumi, bencana alam, masalah-masalah di masyarakat, ‘peperangan dan kabar burung tentang perang', dan bencana-bencana lain. Namun tentang kapan persisnya semua itu akanterjadi, ia akan datang "seperti pencuri di malam hari".
Menurut Katekismus Gereja Katolik, iman Katolik mengenai "akhir zaman" dibahas dalam Pengakuan Iman


5. Gereja-gereja Protestan

Keyakinan-keyakinan tentang Akhir zaman di kalangan Kekristenan Protestan sangat berbeda-beda. Kaum Kristen pra-milenialis yang percaya bahwa Akhir zaman sedang terjadi saat ini, biasanya spesifik tentang garis waktu yang berpuncak pada hancurnya dunia. Bagi sebagian orang, Israel, Uni Eropa, atau Perseri
katan Bangsa-Bangsa dipandang sebagai pemain-pemain utama yang peranannya telah diramalkan dalam Kitab Suci. Di antara para penulis pra-milenial dispensasional, adaorang-orang yang percaya bahwa orang Kristen secara adikodrati akan dikumpulkan ke surga oleh Yesus dalam suatu peristiwa yang disebut Pengangkatan, yang terjadi sebelum "Penderitaan Besar" yang dinubuatkan dalam Matius 24-25; Markus 13 dan Lukas 21. Penderitaan Besar ini juga disebutkan dalam kitab terakhir dalam Alkitab - Kitab Wahyu.

6. Islam Syi'ah

Mayoritas ulama Syi'ah sepakat akan rincian kejadian-kejadian yang akan terjadi pada hari-hari terakhir:

  • Si Dajjal akan mengklaim dirinya sebagai juru selamat umat manusia dan bangsa-bangsa dari semua agama akan bersatu di bawah agamanya.
  • Akan terjadi pembunuhan-pembunuhan massal atas umat Syi'ah di Irak (sekitar sungai Eufrat), dan untuk kepala mereka akan disediakan hadiah uang, meskipun mereka bukan penjahat.
  • Akan terjadi pemberontakan oleh seorang "Yamani" yang akan dikalahkan dalam usahanya itu
  • Imam Mahdi akan muncul kembali dan menyampaikan khutbahnya di Kaabah dan akan mengumpulkan pasukan dengan 313 jenderal dan ribuan pengikut untuk mengala hkan si Dajjal
  • Seseorang yang bernama "Sufyani" (agamanya tidak disebutkan, meskipun ia adalah keturunan dari dinasti Ummayyah yang telah berantakan yang keturunan menyebar kemungkinan di Levant dan Spanyol atau Marokko selama 12 abad terakhir) akan memimpin pasukan-pasukan dari Suriah melintasi Irak ke Arabia untuk mengalahkan pasukan-pasukan Mahdi bersama-sama dengan sekutu-sekutunya.
  • Imam Mahdi akan mendirikan kembali Islam yang sejati dan dunia akan menemukan perdamaian dan ketenangan.
  • Imam Mahdi akan berkuasa untuk suatu masa.
  • Kebangkitan manusia akan dimulai sementara Hari Penghakiman akan dimulai.
7. Islam Sunni

Sebelum tanda-tanda besar yang disebutkan ini, semua tanda kecil harus terjadi dan di antaranya adalah:
  • Munculnya Nabi Muhammad dan wafatnya (sudah terjadi, kelahiranMuhammad sendiri dipahami sebagai tanda dari hari penghakiman.)
  • Waktu akan berlalu lebih cepat.
  • Perang dan pembunuhan menjadi lazim di antara manusia.
  • Merebaknya pencurian,penipuan dan skandal di antara manusia.
  • Merebaknya perzinahan.
  • Munculnya bangunan-bangunan besar.
  • Popularitas minuman-minuman beralkohol di antara manusia, hingga namanya diubah, misal nya: bir, anggur, jenever dan seterusnya.
  • Padang gurun Arab berubah menjadi hijau.
  • Bangunan-bangunan yang lebih tinggi daripada gunung-gunung di Mekkah dibangun di Mekkah.
Tanda-tanda besar yang semuanya mempunyai dampak penting bagi umat manusia adalah sebagai berikut:
  • Matahari akan terbit di barat, menandai ditutupnya pintah pertobatan Allah dan orang-orang kafir tak dapat berbalik lagi setelah titik ini. Dikatakan bahwa matahari akan terbenam dan tidak terbit selama tiga hari hingga terbitnya di sebel ah barat. Ia akan terbit di tengah hari dan kemudian tenggelam seperti biasanya di barat.
  • Munculnya sang Dajjal (Anti Kristus), dan menipu mayoritas umat manusia untuk mengikut dan menyembah dia. Kelak ia akan dibunuh oleh Isa Almasih di Yerusalem.
  • Turunnya Isa Almasih dari surga dan berdoa di belakang Imam Mahdi. Pada waktkunya ia akan membunuh babi, mematahkan salib, dan membunuh orang-orang kafir.
  • Dilepaskannya Ya'joj dan Ma'joj, menyebabkan bala kelaparan dan bencana di dunia dan akhirnya menembakkan sebuah anak panah di langit untuk memperlihatkan bangsa-bangsa bahwa Allah dapat dibunuh, anak panah ini kemudian jatuh dengan ujung yang berlumur darah sehingga menyebabkan orang-orang mukmin yang lemah percaya akan hal itu dan takluk kepada Ya'joj dan Ma'joj. Mereka belakangan dibunuh oleh ulat yang munculs dari lubang hidung unta dan mayat-mayat mereka akan bertebaran di bumi.
  • Seorang laki-laki muncul di Medina dan diminta oleh para ulamanya untuk pindah ke Mekkah. Di sana ia akan dinyatakan sebagai Kalifah dan disebut Mahdi dan memerintah sebagai Kalifah terakhir Islam yang memimpin umat man usia memasuki zaman kemakmuran yang tak pernah terlihat atau terdengar sebelumya. Ia juga akan meluruskan semua sekte Islam menjadi Islam yang sejati. Namanya juga Muhammad bin Abdullah, nama yang sama dengan nama Nabi dan sebagai keturunannya,ia juga memiliki sebuah tanda gelap pada pipi kanannya dan rupa yang sama de ngan Nabi Muhammad.
  • Perang besar antara orang-orang Muslim dengan orang-orang Yahudi di Palestina yang mengakibatkan kekalahan total orang-orang Yahudi.
  • Kematian Isa Almasih dan diikuti atau didahului oleh Imam Mahdi. Perhatikan bahwa hari penghakiman terjadi 60 tahun setelah naiknya Almasih ke surga.
  • Munculnya Dabbat al-Ard seekor binatang yang aneh rupanya (monster) dari sebuah gunung di Mekkah, yang memiliki cincin Nabi Sulaiman dan tongkat Nabi Musa. Dabbat al-Ard akan mencap manusia sebagai orang kafir atau orang mukmin.
  • Akan terjadi serangan terhadap Mekkah tetapi pasukan-pasukan penyerang itu akan teng gelam di padang pasir sebelum mencapai Mekkah.
  • Angin yang akanmengambil jiwa semua orang Muslim dan hanya meninggalkan orang-orang kafir di muka bumi.
Kejadian-kejadian berikut ini adalah langkah-langkah terakhir dari Hari penghakiman dan terjadi di Bumi:
  • Ditiupnya terompet pertama yang mematikan semua manusia di muka bumia.
  • Ditiupnya terompet kedua yang menandai kebangkitan.
  • Allah turun ke bumi.
  • Penantian akan Penghak iman oleh seluruh umat manusia, sebuah proses yang dikatakan akan berlangsung selama ribuan tahun di bawah matahari yang membakar.
  • Penghakiman atas umat manusia dimulai.
8. Zoroastrianisme

Menurut filsafat Zoroaster, yang disunting dalam Zand-i Vohuman Yasht, "pada akhir musim dinginmu yang kesepuluhribu... matahari semakin tak terlihat dan tampak; tahun, bulan, dan hari menjadi makin pendek, dan bumi menjadi lebih tandus; dan tanaman tidak akan menghasilkan benih dan manusia. Menjadi semakin menipu dan cenderung melakukan praktik-praktik jahat. Mereka tidak mengenal rasa terima kasih."
9. Buddhisme

Menurut Sutta Pitaka, "sepuluh perilaku moral" akan lenyap dan bangsa-bangsa akan mengikuti sepuluh konsep yang tidak beramoral yaitu mencuri, kekerasan, membunuh, berbohong, mengucapkan hal-hal yang jahat, perzinahan, kata-kata yang kotor dan ngawur, kecemburuan dan kehendak yang buruk, keserakahan yang berlebih-lebihan, dan nafsu yang menyimpang sehingga mengakibatkan timbulnya kemiskinan yang luar biasa dan mengakhiri hukum-hukum du
nia dari dharma sejati.
10. Hinduisme

Dalam Hinduisme, tidak dikenal penghukuman kekal terhadap jiwa. Akhir zaman juga tidak ada. Setelah Kali yuga yang jahat ini berakhir, yuga atau zaman berikutnya adalah Satya yuga di mana setiap orang adalah orang yang benar, diikuti oleh Dwapara yuga, Treta yuga dan kemudian Kali Yuga yang lain. Dengan demikian waktu bersifat siklis dan zaman terus berulang tanpa akhir. Namun demikian, keberadaan kejahatan dan kemerostan yang dapat ditolerir dalma masing-masing zaman itu berbeda dan karenanya ambang yang perlu untuk perwujudan penjelmaan Dewa juga berbeda-beda untuk masing-masing yuga. Yuga yang sekarang adalah yang paling jahat sehingga ambang untuk munculnya avatar juga begitu tinggi sehingga dunia perlu menurunkan tingkat maksimumnya.

11. Agama Bahá'í

Pendiri agama Bahá'í, Bahá'u'lláh mengklaim bahwa ia adalah Almasih yang datang kembali serta pengharapan kenabian dari semua agama lainnya. Ia juga memberikan bukti-bukti tentang Akhir zaman dan tempat dirinya. Terbentuknya agama bersamaan dengan nubuat Millerit yang menunjuk kepada tahun 1844. Sehubungan dengan pengharapan khusus tentang akhir zaman, dikatakan bahwa Pertempuran Harmagedon telah berlalu dan bahwa kematian syahid massal yang diantisipasikan pada Akhir zaman telah terjadi dengan konteks historis dari agama Bahá'í.

sumber:

http://clubbing.kapanlagi.com/showthread.php?t=79049

Waspadai Hujan Sporadis dan Petir

BANDUNG, TRIBUN - Memasuki musim hujan dari kemarau atau biasa disebut masa peralihan, Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Kelas I Bandung, Jumadi, mengimbau kepada masyarakat Jawa Barat khususnya Kota Bandung untuk waspada terhadap fenomena alam hujan sporadis dan petir.

Dari catatan BMG, intensitas petir di Jabar cukup tinggi disertai hujan yang deras secara tiba-tiba tanpa ada gejala alam pendukung.

"Memasuki musim hujan bukan mewaspadai intensitas hujannya, tapi lebih waspada pada angin dan petir. Dan masa peralihan ini, hujan sporadis juga bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa ada gejala alam pendukung," kata Jumadi saat ditemui di kantor BMG Jalan Cemara, Senin (5/10).

Dipaparkan Jumadi, hujan sporadis akan terjadi di beberapa wilayah di Kota Bandung. Hujan ini datang secara tiba-tiba tanpa bisa diprediksi dan tanpa ada gejala alam pendukung karena pengaruh lokal lebih kuat hingga terjadi hujan ini. Karena disebut sporadis, lanjut Jumadi, hujannya cukup deras namun dengan jangka waktu pendek yakni tidak akan lebih dari satu jam.

Selain itu, kata Jumadi, masyarakat harus waspada terhadap angin puting beliung yang kerap muncul pada masa peralihan. Angin puting beliung adalah angin kencang yang berpilin-pilin dengan kecepatan 65-180 km/jam dan berlangsung sekitar 5-10 menit.

Angin ini juga cukup sulit diprediksi, namun menurut Jumadi, masyarakat bisa mewaspadai dengan kasat mata bila melihat gejala alam yang tak biasa. Gejala tersebut yakni adanya awan hitam pekat atau biasa disebut awan cumulus nimbus (CB) yang bergerombol dan tidak merata. Di bawah awan CB ini terdapat perputaran udara yang bisa menimbulkan angin puting beliung.

Fenomena lain yang harus diwaspadai pula yakni petir. Dari catatan BMG Kota Bandung, intensitas terjadinya petir di Jabar cukup tinggi pada masa peralihan ini. Menghindari bahaya alam ini, Jumadi menghimbau kepada masyarakat untuk tidak berada di area terbuka, seperti di tengah lapang yang tidak ada pohon atau di hamparan sawah.(tif)

Prakiraan Musim Hujan 2009/2010

Daerah/Kabupaten Awal Musim Hujan

1. Bandung Timur, Kota Bandung, Oktober Dekade II- Nov II

sebagian Sumedang

2. Bandung Selatan, sebagian Oktober III-Nov II

Garut Utara

3. Sumedang Utara Oktober II-Nov I

4. Cianjur Tengah, Timur, Oktober II-Nov I

5. Cianjur Utara, Bandung Utara Oktober I-Oktober III

6. Cianjur Selatan,Garut Selatan,

Tasikmalaya Selatan September III-Oktober II

Saturday, September 5, 2009

Janganlah Mengabaikan Shalat dengan Sengaja

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan
terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia
berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir
seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya.
Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak
dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah
terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.

Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah
ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk
sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata,
"Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan
mengampuni dosa keji saya."
"Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa as terkejut.
"Saya takut mengatakannya." jawab wanita cantik.
"Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun
terpatah bercerita, "Saya ......telah berzina."
Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.

Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun......lantas
hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya....... cekik lehernya
sampai......tewas", ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya.
Nabi musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik,"
Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke
dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi Musa sambil
memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berewajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur
luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari
dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus
kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi
kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula
manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya,
betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat
Jibril turun mendatangi Nabi Musa.
Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang
wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang
lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat.
"Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh
itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.

"Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista
itu?" "Ada!" jawab Jibril dengan tegas.
"Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran.
"Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal.
Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina".

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk
menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk
memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja
dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang
itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan
menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak
punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya.
Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh
berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada
di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima
kedatangannya.

(Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH > Abdurrahman Arroisy)

Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih
besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an,
membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.

Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat
sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa
dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun.
Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat
perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.

Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadist Nabi,
mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk
melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah. Tolong sebarkan kepada
saudara-saudara kita yang belum mengetahui.



Jazakumulah….



Dikutip dari : Blog Bundaraihan.multiply.com